Kalau Dapat Baca Hingga Habis !! Cerita Haru Sepasang Lansia Di Magelang Ditemukan T3w4s M3mbu5uk, Suami M3ningg4l Dalam Kondisi Duduk | Info Liga Bola Terkini

Kalau Dapat Baca Hingga Habis !! Cerita Haru Sepasang Lansia Di Magelang Ditemukan T3w4s M3mbu5uk, Suami M3ningg4l Dalam Kondisi Duduk

Kematian pasangan suami isteri di Magelang dirumahnya tanpa diketahui orang lain selama lebih kurang 1 minggu.. ini menawarkan pelajaran bagi kita sbg anak.. rawatlah orang renta bersama kita di dikala masa tuanya atau bila mereka tidak mau dan tetap ingin hidup di rumah mereka sendiri.. hubungilah mereka setiap hari.. bila tinggal satu kota.. kunjungilah mereka setiap hari..


Sedih dan haru membaca info ttg maut pasangan suami isteri dibawah ini..

Kemarin sore seorang teman memperlihatkan sebuah foto yang ada di WA RT-Nya, wilayah Mungkin Magelang. Mayat dua orang sepuh yang sudah membengkak, menghitam dan mulai berair. Saya hanya melihat sekilas alasannya tidak punya cukup nyali memandangnya lekat.

Jenasah kakek nenek itu ditemukan beberapa hari sehabis kematiannya oleh menantu dan tetangga. Tak ada yang tahu persis kapan mereka berdua wafat. Kata polisi kemungkinan sudah seminggu berlalu. Mereka meninggal tanpa kata, tanpa pamit dan yang niscaya tanpa didampingi oleh anak, menantu dan cucu-cucunya.

Bukan alasannya mereka tak punya, namun tak ada satu pun anak yang bisa menemani dan merawat mereka di hari-hari tuanya. Anak-anak mereka tinggal di luar kota.

Lelaki sepuh itu balasannya meninggal dalam keadaan duduk bersandar pada bangku kayu di ruang tamunya.

Lelaki itu sehari-harinya ialah suami yang merawat istrinya yang stroke dan sudah tidak bisa beraktivitas apapun kecuali berbaring di kawasan tidur. Polisi memperkirakan maut lelaki sepuh ini terjadi lebih dulu. Istrinya menyusul wafat kemudian, banyak orang mereka-reka : sang istri meninggal alasannya selama berhari-hari tak makan minum atau melaksanakan aktivitaslainnya, alasannya sang suami yang selama ini menjadi satu-satunya 'perawat' terlebih dahulu meninggal dunia.

Bisakah anda bayangkan keadaan mereka berdua ?
Saat sang istri memanggil suaminya berkali-kali dalam gundah namun tak ada jawaban apapun. Resah bukan saja alasannya ia sendiri merasa lapar, sakit dan tak berdaya. Namun mengkhawatirkan keadaan serpihan jiwa namun tak bisa berbuat apa-apa alasannya tubuh tak lagi bisa digerakkan stroke menahun.

Sang suami juga tak bisa mengabarkan siapapun untuk menggantikannya merawat istri tercinta. Kematian tiba tanpa mengucapkan salam pemberitahuan. Begitu tiba-tiba dan sangat nyata.

Mereka berdua meninggal di dalam rumah mereka sendiri. Rumah yang menjadi saksi dikala ijab kabul mereka bermula, dikala mereka melahirkan anak demi anak. Membesarkan bawah umur mereka dari bayi merah, hingga balasannya bisa merangkak perlahan, berjalan, berlari … dan balasannya pergi sendiri-sendiri menapaki jalan takdirnya.

Menjadi orang renta memang ialah jalan panjang untuk melepaskan seorang anak semoga bisa menjalani kehidupan mereka sendiri.... alasannya itulah mengapa cerita pengasuhan anak menjadi rumit. Karena pengasuhan telah melibatkan berjuta ragam emosi dan kenangan. Anak-anak lahir dari Rahim ibunya, membawa DNA bapaknya, besar dengan keringat dan airmata orang tuanya : Namun bukan milik orang tuanya.

Orang renta harus ridho melepaskan anaknya menjalani tugas kehidupannya sendiri, suatu waktu. Bahkan dikala sang anak memutuskan untuk pergi mengembara menggapai mimpi-mimpi mereka
Dan bagi orang tua, ternyata berpisah dengan anak itu bukan urusan mudah.

Meski teknologi menciptakan kita bisa menatap wajah keriput mereka di layar HP, ternyata tak ada yang bisa mengobati rindu sebaik dekapan hangat dan ketulusan cinta. Sebanyak apapun uang tak akan bisa membeli perhatian, senyuman, derma dan pelayanan tulus.

Saya menuliskan ini bukan hendak menyalahkan si anak atau keluarganya, aku pun tak tahu persis apa kesulitan mereka. Saya hanya ingin menuliskan catatan untuk diri aku sendiri.

Mereka ialah pintu nirwana yang terbuka. Berbuat baik pada mereka bahkan lebih didahulukan daripada jihad. Menafkahi mereka ialah keutaamaan yang besar. Bersabar atas mereka ialah pahala yang besar dihadapan ALLAH.

Waktu berlalu, usia mereka bertambah, tubuh mereka makin lemah, maut semakin mendekat. Bukan perihal maut mereka, namun juga perihal jatah maut diri kita. Adakah yang bisa menjamin bahwa kita bisa setua mereka dan punya waktu untuk melanjutkan mimpi yang tak ada habisnya ?

Pulanglah, ada nirwana yang bisa kita raih dalam bakti padanya. Pulanglah, ada berkah dan kebaikan yang besar yang akan kita dapatkan untuk memperbaiki kehidupan kita sendiri.
Pulanglah, kesempatan terbatas dan tak bisa diulang. Sempatkanlah pulang, supaya kita bisa memohon maaf atas bakti yang tak sempurna, atas semua kedurhakaan dan belum bisa kita membahagiakan mereka.
Pulanglah, alasannya hingga kita menjadi orang renta bagi bawah umur kita pun masih saja merepotkan mereka. Pulanglah, untuk mengucapkan terimakasih yang tak pernah cukup …

Jika mereka sakit hari ini, sungguh sakit mereka pun bisa jadi alasannya kita anak-anaknya. Masa muda dan kekuatan mereka berkurang untuk membesarkan kita anak-anaknya.

“Rindu itu berat, hidup dalam sepi tanpa anak cucu di selesai masa renta itu jauh lebih berat”

Sungguh tak ada orang renta yang ingin merepotkan anak-anaknya. Tak ada yang ingin sakit di masa lemahnya.
Tak ada yang ingin berhitung kebijaksanaan dengan anak-anaknya, mereka ikhlas.

Bukan orang renta yang bersama-sama membutuhkan anak-anaknya. Tapi justru anak-anaknya lah yang sangat membutuhkan orang tuanya. Karena sadar bahwa amal yang tak seberapa ini, dosa yang banyak ini hanya bisa lebur dengan amalan istimewa di mata ALLAH.
Salah satunya ialah berbakti pada orang tua.

Memang tak ada orang renta yang tepat namun yang niscaya bahwa setiap anak berhutang pada orang tuanya. Bukan perihal nominal angka-angka yang mereka habiskan untuk membesarkan dan mendidik kita, namun perihal cinta, ketulusan, perhatian, doa dan pegorbanan yang tak berbilang.
PARSE
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==