Tugas kita yakni mengajak orang lain kepada kebaikan sambil kita memperbaiki diri, bukan dengan alasan belum sanggup perbaiki diri lantas kita berhenti berbuat kebaikan.
Dan tidak usah menunggu menjadi ustadzah segala macam untuk kita mengajak kebaikan pada orang lain. Sebab, kita sebagai sesama muslim memang sudah tugasnya untuk terus saling mengingatkan satu sama lain.
jangan pernah aib ataupun gentar untuk melaksanakan kebaikan, tetaplah teguh kepada perintah Allah, jangan hiraukan kata mereka yang hanya menciptakan kita semakin tidak percaya diri untuk mulai melakukannya, alasannya yakni perkataan dan cibiran orang wacana kita akan hilang dengan sendirinya.
Berbuat Baik Tidak Harus Menunggu Kamu Menjadi Baik Dulu, Tapi Kebaikan Yang Kamu Perbuat Otomatis Menjadikanmu Lebih Baik
Sering kita berfikir bahwa begitu sulitnya untuk mengajak orang lain dalam kebaikan alasannya yakni terlalu takut akan pendapat orang lain. Kita terkadang merasa ragu untuk sanggup mengajak orang lain berbuat baik alasannya yakni khawatir mungkin ada orang yang tidak menyukai Bahkan kita sering merasa aib sendiri ketika ingin mengajak orang lain berbuat kebaikan.
Karena merasa diri ini sendiripun belum baik, tapi inilah tujuan kita bahwasanya Allah ciptakan kita dengan majemuk karakteristik, keadaan dan perbedaan supaya kita sanggup mengingatkan satu dengan lainnya Ketika saudaranya lupa.
Sekali pun kita memang bukan orang yang baik, ketika kita berani melaksanakan kebaikan, maka secara otomatis kita akan menjadi lebih baik.
Kebaikan Itu Bukan Hanya Pantas Dilakukan Oleh Orang Baik, Kaprikornus Abaikan Cibiran Orang Lain
Untuk sanggup mengajak dalam kebaikan memang terkadang harus ada pengorbanan Walau awalnya dicaci, dimaki, dihina bahkan dibully Banyak gosip disana dan di sini Bukankah itu tidak duduk perkara selagi masih berada dijalan Allah Karena Allah selalu bersama orang-orang yang selalu mengajak saudaranya dalam kebaikan.
Jika dalam kiprah ini ada yang berkomentar “seperti ia sudah baik saja” Jangan marah, kesal, patah semangat bahkan berhenti mengajak orang lain berbuat baik tapi jawab dengan senyuman dan katakan pada mereka “saya berbuat KEBAIKAN sembari MEMPERBAIKI DIRI”. Jangan ragu & tetap semangat dalam menjalankan kiprah kita ini.
Perintah Untuk Melakukan Kebaikan Tidak Harus Keluar Dari Perkataan Orang Yang Baik Pula
Kita juga harus mengingat sebuah Hadits nabi yang berbunyi “Undzur Man Qaala walaa TanDzur Maa Qaala”, itu artinya kita diperintah untuk tidak melihat siapa orang yang menyuruh kita berbuat kebaikan, tapi lihatlah kebaikan yang diperintahkan untuk kita.
Tapi hal ini memang sulit untuk diterapkan, kecuali orang yang memang tidak pernah merasa dirinya selalu benar dan memiliki hati yang sanggup legowo. Karena kebanyakan orang ketika diperintah untuk melaksanakan kebaikan masih melihat status orang yang memerintah tadi.
Jika orang yang baik biasanya mereka pribadi mengendahkan perkataannya. Tapi kalau tidak, mereka dengan sangat heboh mencibirnya.
Orang Yang Mengklaim Dirinya Baik, Maka Ia Sedang Tidak Baik
Kenapa demikian, alasannya yakni orang yang senantiasa menyatakan dirinya baik kepada orang lain, tanpa merasa aib sedikitpun, itu tandanya orang tersebut sudah melaksanakan keburukan, yaitu tanpa sengaja ia sedang menyombongkan diri.
Karena orang yang senantiasa mengklaim dirinya sendiri dengan beberapa sifat tertentu, kebanyakan yakni orang yang hanya sanggup berbicara banyak tanpa ada bukti yang nyata.
Allah Menyuruhmu Berlomba-lomba Dalam Kebaikan Bukan Setelah Kamu Menjadi Baik
Iya, ini memang sangat benar bahwa perintah Allah yang menyuruh hambanya untuk selalu berlomba-lomba melaksanakan kebaikan, bukan sehabis kita sudah menjelma baik. Tapi Allah menyuruh kita dalam keadaan hal apapun dan dimanapun berada. Ntah ketika masih berdosa atau sudah bertaubat, kebaikan harus selalu kita tegakkan.
Demikianlah pokok bahasan Artikel ini yang sanggup kami paparkan, Besar impian kami Artikel ini sanggup bermanfaat untuk kalangan banyak. Karena keterbatasan pengetahuan dan referensi, Penulis menyadari Artikel ini masih jauh dari sempurna, Oleh alasannya yakni itu saran dan kritik yang membangun sangat dibutuhkan supaya Artikel ini sanggup disusun menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang.
Source: humairoh.com

